Selasa, 16 Agustus 2011

CARA ,MEMBUAT MOTOR CEPER

Mau Ceper. Pilih Potong atau Pres Per?


Press atau potong per...?
Press atau potong per...?
Buat kalangan anak muda khususnya yang doyan modifikasi mobil, jika kaki-kaki mobilnya sudah mengambil konsep modifikasi bergaya low rider atau ceper pastinya sudah bisa dibilang mobilnya keren atau gaul. Tapi menerapkan modifikasi seperti ini tidak dapat sembarangan dilakukan, karena salah-salah bisa menghilangkan kenyamanan atau bahkan faktor keselamatan juga bisa saja tergeser.
Banyak cara agar kaki-kaki mobil bisa terlihat lebih ceper, cara cepatnya bisa mengganti dengan suspensi lowering kit, namun tidak semua jenis mobil dengan mudah mendapatkan suspensi lowering kit yang dapat cocok untuk diaplikasikan secara plug 'n play.

Sedangkan cara lainnya bisa dengan melakukan cara custom, seperti potong per dan press per yang bisa dikerjakan oleh bengkel khusus per dan shock absorber mobil yang banyak tersebar. Antara potong per dan press per, masing-masing juga memiliki efek hasil yang berbeda-beda. Agar SO mania dapat mengetahuinya, SO akan memberikan informasinya.
Salah satu alat press per
Salah satu alat press per

Pres Per
Melakukan Spring Compress atau pres per untuk men-ceperkan kaki-kaki mobil merupakan salah satu cara yang bisa diaplikasikan dengan cepat tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Menurut Bapak Herman dari Central Ceper, bengkel khusus per dan shock absorber mobil di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, umumnya pres per cukup memakan biaya ± Rp.150.000 untuk setiap mobil. Proses pres per mobil dilakukan dengan cara penekanan menggunakan alat khusus dan diperlukan sebuah pemanasan agar ketinggian per dapat berubah permanen sesuai keinginan.

Per mobil yang di pres untuk merubah ketinggiannya, biasanya akan menjadi lebih keras gaya pegasnya (Rebound), hal ini dikarenakan jarak ulir per yang semakin rapat akibat di pres. Pres per memiliki keterbatasan terutama untuk mengusung konsep mobil ceper yang cukup ekstrim, karena perubahan ketinggian sangat tergantung dari bentuk dan karakter per itu sendiri. Pres per cukup terbilang praktis, tidak perlu melakukan modifikasi pada bagian shock karena ketinggian shock hanya dirubah berdasarkan kemampuan rebound per tersebut.

Melakukan pres per untuk menceperkan mobil yang masih sering dipakai sehari-hari tidak direkomendasikan, menurut pentolan bengkel Central Ceper, karena pres per dilakukan dengan pemanasan, maka secara otomatis struktur kekuatan besi pada per akan berubah dan memungkinkan kekuatan per tersebut menjadi berkurang, sehingga faktor keselamatan berkurang.

Potong Per
Potong per merupakan cara alternatif lain untuk mengusung konsep mobil ceper. Cara ini paling banyak digunakan karena selain murah biayanya, potong per juga merupakan cara custom bermain modifikasi ceper yang masih dapat mempertahankan kenyamanan buat yang mobilnya masih dipakai untuk sehari-hari, karena gaya pegas (rebound) masih dapat dipertahankan walaupun ketinggiannya sudah berubah. Potong per juga bisa memenuhi konsep ceper yang sesuai kemauan hingga yang ekstrim untuk keperluan kontes. Kisaran biaya untuk potong per di Central Ceper sendiri dipatok dengan harga yang sama dengan melakukan pres per dan pengerjaannya juga dapat ditunggu.

Seperti yang pernah dibahas SO dalam artikel sebelumnya tentang potong per, bahwa ketinggian per yang sudah dipotong harus sama dengan ketinggian shock absorber agar bantingan suspensi tidak menjadi terlalu keras. Jadi baiknya potong per terutama yang cukup pendek, mesti diikuti dengan penggantian atau modifikasi shock absorber agar per tetap memiliki jarak main pegas.

Potong per juga sebaiknya yang digunakan adalah per aftermarket, jangan memotong per standar, karena umumnya per standar sangat empuk sehingga dikhawatirkan ketika mobil melewati jalan yang tidak rata, ban bisa beradu dengan dinding spakbor ataupun fender mobil.

Dari artikel diatas, bagi SO mania yang ingin melakukan modifikasi mobil bergaya ceper, Bapak Herman dari Central Ceper lebih merekomendasikan untuk melakukan potong per dibandingkan pres per, karena meskipun kenyamanan sedikit berkurang jika dibandingkan pada saat suspensi belum diceperkan, potong per tetap masih aman walaupun untuk dipakai sehari-hari, asalkan pengerjaannnya dilakukan dengan bengkel yang ahli dengan seluk beluk kaki-kaki mobil.


3. Tempatkan diri dan kendaraan Anad agar dengan mudah melihat kondisi sekitar. Selalu perhatikan kondisi lalu lintas. Postur tubuh yang baik membuat perjalanan lebih nyaman, tidak mudah capek, dan anggota tubuh menjadi responsif terhadap kondisi jalan. Posisi lutut dan telapak kaki juga mempengaruhi dalam pemakaian BBM. Jika ingin irit, hadapkan lutut dan telapak kaki ke dalam.

4. Buka gas secara perlahan-lahan. Apalagi untuk motor matik, sebab motor jenis ini cenderung lebih boros untuk hentakan pertama.

5. Jangan main gas kendaraan bila tidak perlu.

6. Saat mengendara, gunakan rem seperlunya. Sebab rem akan mengurangi performa kendaraan.

7. Jaga kecepatan antara 40-50 km/jam.

8. Mengurangi terpaan/hambatan angin dapat menghemat pemakaian BBM.

9. Kurangi juga berat badan jika Anda terlalu gemuk. Sebab, badan gemuk akan menambah bobot motor. Semakin berat beban yang dibawanya, semakin banyak pula konsumsi bahan bakarnya.

Nah Selamat mencoba tips ini, mudah-mudahan pengeluaran Anda sedikit terkurangi. Bukankah penghematan sekecil apa pun di masa sulit seperti ini sangat berarti?

Sumber : kompas.com

Selasa, 06 Oktober 2009

Gimana cara aman berkendara dengan motor ceper?

Pada prinsip dan teoritis ga ada kata "aman" buat motor ceper karena pabrikan udah ngeluarin regulasi yang aman dan nyaman buat penggunanya. selain itu motor standar pabrikan juga udah diperhitungkan kelayakannya untuk di kendarai mengacu pada suatu regulasi yang baku dan juga sudah di diskusikan ama yang berwenang (bpk. aparat kepolisian)
Nah kalo masih mau mempertahankan untuk menceperkan motornya ada baiknya ground clearance (jarak tanah ama motor) tidak terlalu pendek alias lumayan tinggi atau bisa untuk bermanuver ketika terjadi situasi di luar kendali. jadi cuma anda yang bisa memperkirakan aman tidaknya ketika berkendara.

0 komentar:

Poskan Komentar